Allah yang Mencintai dan Bahagia dalam Kehidupan Bersama Allah
Berhenti ku sejenak dalam langkahku di sore itu Sambil ku menengadah ke atas, tampakku dedaunan itu seolah olah berayun ayun Mataku menatap kehijauan itu dan membuatku terpukau akan sesuatu Jiwaku seakan hendak berbicara Tarikan napas itu mengalir Angin itu mengelus pipiku dengan lembut Hatiku menemukan sesuatu Jawaban yang kunantikan Mata itu tak berbohong Masih menatap ranting yang berayun lembut dan kokohnya kayu itu berakar kuat Menyatakan bahwa Ia tak akan kemana mana Musik lembut seakan terdengar dilagukan Berkumandang memenuhi pikiran Jiwa yang hendak berbicara Menyuarakan kerinduan akan kasih Ini adalah jawaban itu Damai Kasih sayang yang memberi damai Damai yang membahagiakan Bila pun daun itu berguguran, akar kesetiaan itu akan kokoh Karena damai Dia benar sangat mencintai dan Dia pun menginginkanku bahagia bersama damai yang diberikan