Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2026

Allah yang Mencintai dan Bahagia dalam Kehidupan Bersama Allah

Berhenti ku sejenak dalam langkahku di sore itu Sambil ku menengadah ke atas, tampakku dedaunan itu seolah olah berayun ayun Mataku menatap kehijauan itu dan membuatku terpukau akan sesuatu Jiwaku seakan hendak berbicara Tarikan napas itu mengalir  Angin itu mengelus pipiku dengan lembut Hatiku menemukan sesuatu Jawaban yang kunantikan Mata itu tak berbohong Masih menatap ranting yang berayun lembut dan kokohnya kayu itu berakar kuat Menyatakan bahwa Ia tak akan kemana mana Musik lembut seakan terdengar dilagukan  Berkumandang memenuhi pikiran  Jiwa yang hendak berbicara  Menyuarakan kerinduan akan kasih  Ini adalah jawaban itu Damai Kasih sayang yang memberi damai Damai yang membahagiakan Bila pun daun itu berguguran, akar kesetiaan itu akan kokoh Karena damai Dia benar sangat mencintai dan  Dia pun menginginkanku bahagia bersama damai yang diberikan

Menara Kasih

Menara kasih yang telah berjuang setap malam awalnya dari akar yang telah sekiranya telah menembus nyanyian panjang pada sebuah cerita yang memiliki awal mula pada sebuah pandangan yaitu kasih kasih yang dilagukan itu begitu merdu yang tak mampu menghilangkan pandangan dengan lantunan ada kalanya bahwa kekaluan akan menjamur dengan lantunan ada kalanya sunyinya tercipta bahkan lantunan itu membawamu pada kehampaan tak terbendung namun tau kah kamu bahwa lantunan itu berusaha pada sebuah akhir yang berjalan dalam genggaman akan pengharapan Hantaran kaki untuk berkelana pada genggaman itu dan dapat dibagi Bila cerita dengan dihantarkannya dengan lembut Bilakah itu semakin berlipat ganda tentu arah anginnya semakin lembut namun bila kelembutannya diluluhlantahkan oleh rumput liar Banyak mengatakan bahwa menara kasih itu akan runtuh, keruntuhannya akibat rumput liar yang ingin mengulitinya Warnanya tampak begitu menghitam, tidak hanya rumput liar, namun serangkaian detik yang menghantarkan...