Postingan

Menampilkan postingan dari 2026

Cinta dan Kebenaran

Pengalaman hidup dimulai dari kandungan Saat Ayah dan Ibu menjadi penjaga Bersama Tuhan melindunginya Ini adalah cinta dan kebenaran Dan kasih dan kebenaran itu ditemukan pertama sekali di rumah Tentang martabat, tentang penerimaan diri, arti hidup di dunia Orang tua sebagai pengajar dan pendidik Orang tua sebagai sumber kejujuran akan cinta Orang tua sumber ketulusan akan kebenaran Hal pertama tama terlihat bagaimaa pasangan suami istri itu menjadi kasih dan kebenaran bagi diri mereka sendiri sebelum menjadi orangtua....menjadi rekan kerja Tak ada kebohongan atau keterasingan  Hingga anak anak mereka saling memperhatikan orangtua mereka bagaimana mengasihi dengan kebenaran dan cinta ​"Jangan menerima apa pun sebagai kebenaran jika itu tidak memiliki kasih. Dan jangan menerima apa pun sebagai kasih jika itu tidak memiliki kebenaran. Yang satu tanpa yang lain adalah kebohongan yang merusak." - Santa Theresia Benedikta dari Salib Di luar rumah akan banyak ujian yang datang sili...

Bantaran Kerinduan

Menara kasih yang tak jemu jemu Menampakkan puncaknya yang tak kan mampu kamu pecahkan Mengapa? Karena lagunya menghantarkan dia pada kerinduan yang sangat mendalam Pada menara kasih yang tentu tak memiliki ujung Senyum itu merekah  Tawa itu menghantarkan arahnya Kembali pada kerinduan yang tak terlupakan Suara gemuruh mungkin hendak membisikkan Bahwa kau takkan mampu mencapainya Karena ujungnya seolah bahwa Ia akan terpenjara Terpenjara akan bisik bisik  Lagi dan lagi Gemuruh menciptakan kabut kabut  Hendak menutup malam malam  Hingga mata tak kan mampu melihat Namun suara dan musik indah itu  Terdengar Ia mendekat dan berjalan  Menuju menara kasih  yang ia rindukan Langkahnya perlahan yang ia rindukan Menara kasih itu  yang selalu setia  dengan cinta dan kasih Bersama kebenaran 

Allah yang Mencintai dan Bahagia dalam Kehidupan Bersama Allah

Berhenti ku sejenak dalam langkahku di sore itu Sambil ku menengadah ke atas, tampakku dedaunan itu seolah olah berayun ayun Mataku menatap kehijauan itu dan membuatku terpukau akan sesuatu Jiwaku seakan hendak berbicara Tarikan napas itu mengalir  Angin itu mengelus pipiku dengan lembut Hatiku menemukan sesuatu Jawaban yang kunantikan Mata itu tak berbohong Masih menatap ranting yang berayun lembut dan kokohnya kayu itu berakar kuat Menyatakan bahwa Ia tak akan kemana mana Musik lembut seakan terdengar dilagukan  Berkumandang memenuhi pikiran  Jiwa yang hendak berbicara  Menyuarakan kerinduan akan kasih  Ini adalah jawaban itu Damai Kasih sayang yang memberi damai Damai yang membahagiakan Bila pun daun itu berguguran, akar kesetiaan itu akan kokoh Karena damai Dia benar sangat mencintai dan  Dia pun menginginkanku bahagia bersama damai yang diberikan

Menara Kasih

Menara kasih yang telah berjuang setap malam awalnya dari akar yang telah sekiranya telah menembus nyanyian panjang pada sebuah cerita yang memiliki awal mula pada sebuah pandangan yaitu kasih kasih yang dilagukan itu begitu merdu yang tak mampu menghilangkan pandangan dengan lantunan ada kalanya bahwa kekaluan akan menjamur dengan lantunan ada kalanya sunyinya tercipta bahkan lantunan itu membawamu pada kehampaan tak terbendung namun tau kah kamu bahwa lantunan itu berusaha pada sebuah akhir yang berjalan dalam genggaman akan pengharapan Hantaran kaki untuk berkelana pada genggaman itu dan dapat dibagi Bila cerita dengan dihantarkannya dengan lembut Bilakah itu semakin berlipat ganda tentu arah anginnya semakin lembut namun bila kelembutannya diluluhlantahkan oleh rumput liar Banyak mengatakan bahwa menara kasih itu akan runtuh, keruntuhannya akibat rumput liar yang ingin mengulitinya Warnanya tampak begitu menghitam, tidak hanya rumput liar, namun serangkaian detik yang menghantarkan...

On Peace

I now understand the meaning of peace. There is no true peace unless it first abides within the soul. Oftentimes we persuade ourselves that we are calm when we open our hearts unto another; yet if the place be not safe, the body grows guarded, hope awakens silently, and expectation takes its seat. When such hope is unmet, sorrow or anger soon follows. This calm was not peace. It was but the trembling of the heart, longing to be understood. Peace is of a deeper kind. It endures even in misunderstanding, even when nothing is returned. Peace must first be made within; for me, this is peace with God. From this peace flows compassion, first toward oneself, then toward others; and from compassion, joy is born quietly, faithfully, from within. True peace fashions a safe dwelling a place where one may be vulnerable without fear, without judgment. Not because one expects to receive, but because one already rests in fullness. When peace dwells within each soul, two may lean upon one another not ...