Postingan

Menampilkan postingan dari 2025

Hati

 “Tuhan, aku tidak tahu lagi bagaimana rasanya tersenyum dari hati. Aku telah memaksa diriku terlalu lama untuk kuat. Aku telah memberi terlalu banyak, merasa terlalu dalam, dan kini aku tidak merasa apa-apa. Tapi aku masih datang kepada-Mu. Kalau Engkau tidak bisa menyembuhkanku hari ini, peluklah aku. Biarkan aku bernafas di hadapan-Mu, tanpa tuntutan. Pegang jiwaku, yang tertidur karena lelah. Tuhan, hidupkanlah aku kembali perlahan. Jangan biarkan aku hilang dalam keheningan ini. Amin.”

Kosongnya Jiwa

 "Tuhan, Engkau tahu aku percaya pada-Mu. Tapi jiwaku kosong, dan hatiku rindu untuk merasakan cinta yang nyata. Aku mencintai seseorang yang jauh, aku berharap pada sesuatu yang belum pasti. Kadang aku merasa hampa, walau aku tahu Engkau ada. Maka aku mohon, Tuhan—isi kekosongan ini bukan dengan jawaban, tapi dengan kehadiran-Mu. Pegang hatiku, kuatkan aku, peluk aku. Aku tetap ingin percaya, bahkan ketika aku tidak bisa merasakan apa-apa. Amin."

Memenangkan Hati dan pikiran

Dalam bertindak adalah pilihan yang diambil dari pemikiran  Apakah pilihan itu disukai oleh orang lain tentu tidak bisa kita katakan akan disukai Saat kita berbicara pun, orang bisa dengan mudah menyimpulkan suatu hal tentang isinya Namun, saat dipandang tentang orang lain yang berlaku sama, mereka tidak akan menyampaikan argumen apun.  Cara seseorang menerima seseorang yang lain tidaklah sama Mereka memberikan bintang yang berbeda satu diantara yang lain Pernahkan kamu mendengar anak emas? Yah, hari ini semoga aku memandang bahwa semua itu adalah perbaikan diri  Namun, bukan untuk mengatakan diri kecil Ternyata cara, dan pendekatan kita selama ini yang mana mereka menilai kita bisa diperlakukan dengan semena mena, dan menganggap diri mereka benar ada di sekitar kita Terutama saat mereka menanggapi dengan negatif dan dibumbui dengan padangan sama dengan sesamanya Upaya untuk melakukan ataupun menyampaikan maksudnya tidak menjadi poin utama Karena pada akhirnya seseorang h...

Pengenalan Diri Sendiri

Sejenak aku menyerukan suara harapan mengenai peristiwa Menyimak dengan seksama tentang pilihan yang selama ini dilakukan Apakah sebenar memenuhi ekspresi atau pun espektasi diri?  Mulai mempertanyakan, kepada siapa pilihan itu ditunjukkan Bila merenungi kepada manusia mana diri ini ditunjukkan Apakah benak itu membuatnya hanya untuk dipertontonkan Ataukah mempertanyakan pilihan itu untuk menyuguhkan kelana yang hanya untuk dilihat Dahulu aku menyumbang dengan niat tulus Namun dibayarkan dengan kegelisahan yang ternyata hanya untuk diuntungkan Kalimat demi kalimat setiap hari berusaha untuk diubah kepada ketulusan Prasangka baik itu tertanam dalam diri Perjalanan demi perjalanan mengudara Dalam diam Dalam tangis Dalam relungan  Akhirnya menertawakan diri Apa yang selama ini ku jalani bukan untukku tapi hanya untuk memenuhi ekspetasi keegoisan?  Apakah selama ini aku hidup untuk diri ku?  Apakah selama ini jiwaku tentram dengan semua pilihan untuk memenangkannya?...

Kerinduanku

Pagi ini aku menangis Aku menangisi kerinduan hatiku yang mendalam Aku tidak tahu kapan aku bisa bertemu dengan seorang pria yang akan menjadi rekan sekerjaku untuk dapat mencapai surga Kerinduan untuk bertemu dengan Tuhan Melalui panggilan menikah dan sakramen kudus Menjadi berkat bersama sebagai pasangan Memiliki anak anak yang akan mengajarkan mereka akan kasih karunia Tuhan Menjadi berkat satu sama lain Bersama sama melayani Tuhan dalam panggilan kudus Seseorang yang takut akan Tuhan Selalu siap menghantar kan diri demi kemulian Tuhan dan GerejaNya yang kudus Menjadi pemimpin keluarga yang semangat untuk hidup kudus Mempersembahkan keluarga kepada Allah Meneladani keluarga kudus Nazaret Saling melayani dalam keluarga Mengajarkan pasangan dan anak anak untuk menghidupi iman Katolik dalam kehidupan sehari hari Bersama sama untuk mempelajari iman Katolik, Kitab Suci, Katekismus dan Kitab Kanonik juga hidup para Kudus Allah Akan selalu siap sedia bila dibutuhkan oleh pasangannya walaup...