Memenangkan Hati dan pikiran

Dalam bertindak adalah pilihan yang diambil dari pemikiran 

Apakah pilihan itu disukai oleh orang lain tentu tidak bisa kita katakan akan disukai

Saat kita berbicara pun, orang bisa dengan mudah menyimpulkan suatu hal tentang isinya

Namun, saat dipandang tentang orang lain yang berlaku sama, mereka tidak akan menyampaikan argumen apun. 

Cara seseorang menerima seseorang yang lain tidaklah sama

Mereka memberikan bintang yang berbeda satu diantara yang lain

Pernahkan kamu mendengar anak emas?


Yah, hari ini semoga aku memandang bahwa semua itu adalah perbaikan diri 

Namun, bukan untuk mengatakan diri kecil

Ternyata cara, dan pendekatan kita selama ini yang mana mereka menilai kita bisa diperlakukan dengan semena mena, dan menganggap diri mereka benar ada di sekitar kita

Terutama saat mereka menanggapi dengan negatif dan dibumbui dengan padangan sama dengan sesamanya

Upaya untuk melakukan ataupun menyampaikan maksudnya tidak menjadi poin utama

Karena pada akhirnya seseorang hanya akan menilai seseorang itu buruk 

Belajar dari situasi itulah yang selalu membuatku untuk menarik diri

Tidak perlu ada lagi emosi

Tidak perlu lagi ada pendekatan

Tidak perlu lagi ada semua itu

Pada akhirnya hanya Tuhan yang mampu menenangkan jiwa


Saat hati begitu remuk redam, hanya doa dan pilihan yang tepat yang dilakukan oleh para kudus adalah tepat untuk dilakukan


Tak perlu melakukan argumen, namun memberikan kepada diri sendiri penenangan hati, jiwa dan raga

karena semua ini pada akhirnya akan berakhir

Pada akhirnya bila pemikiran yang timbul pada diri sendiri yang perlu diperhatikan

Jangan sampai hati dan jiwa memendam dan menciptakan pikiran yang kacau

dan berusaha untuk bekerja demi kemuliaan namaNya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

On Peace

Pengenalan Diri Sendiri

Hati