Postingan

Menampilkan postingan dari 2024

Rintihan Suara

 Rintihan hatiku yang berderu dengan isi pikiranku yang ingin diungkapkan. Namun, tak mampu aku menyampaikannya, kemana aku harus mengatakannya. Apakah ada yang mau mendengarkan suaraku. Apakah ada yang mampu mendengarkan rintihanku. Kecuali Tuhan? Aku selalu menyadari yang mana bagianku, karena semuanya akan Tuhan tanyakan kepadaku. Aku tidak boleh mengambil yang bukan punyaku bila pun aku diberi. Karena sesuatu yang bukan punyaku bukanlah milikku. Aku harus berjuang mencari milikku sendiri Apakah ada tempat yang menyenangkan jiwa ini selain daripada Tuhan Namun, benar aku berharap aku bisa menyanyikan lantunan lagu ini yang sudah aku ciptakan dari dahulu kala Bilakah menariku sekarang apakah ada yang mampu melihatnya Bilakah tatapanku ada yang memandangnya  Mendengar jeritan tangisku yang tak kunjung mereda Kerelaan hati dan pikiran membuatku harus bisa kuat Apakah aku bisa melupakan? Apakah aku bisa merangkak keluar dari pikiran ini? Mengapa hal itu terus terkumandang di be...

Moment of Waiting

 Dalam diamku memasuki relung hatiku yang membiarkan aku untuk terbang pada pemikiran yang aku harapkan, namun rintihan hati memasuki jiwa. Tetes air mata ku mengalir di pipiku. Apakah keruntuhan pemikiran itu telah melalui masa batasnya kasih yang telah dia lakukan? Dalam gelap, penantian seakan ingin terkoyakkan akan hati yang menahan dalam diam. Kerinduan yang sangat ingin dinantikan hanya mampu bertanya, akankah? Namun, resiko akan penantian tidaklah diketahui kapan akan terlaksana. Biarlah angan dan asa yang berkelana hendak pergi pada ketinggian yang tak mampu untuk dicapai. Karena hati yang telah berkelana pada ketinggian yang tak mampu untuk dibendung itu sering untuk ditutup, daripada akan terus untuk dibuka kembali yang menyiratkan keraguan dan ketakutan.  Pengharapan tak boleh lagi dibiarkan untuk merusak pemikiran yang tak akan pernah habisnya. Ucapan yang penuh harap harus ditutup rapat. Arah mata angin yang menatap ke depan tak akan lagi mampu menatap. Emosi yang...

Menunggu yang Pasti

Penyadaran diri akan penantian yang tiada seorang pun yang mengetahuinya, angan akan kerinduan akan segera terjadi. Namun, pelafalan huruf R I N D U itu berulang kali tidak menemukan ujungnya Apakah sebabnya? Oleh karena hati dan pikiran yang tidak selaras akibat imajinasi yang berharap hal itu akan dapat dilakukan akan angan - angan  Kertas putih yang berusaha untuk dilukiskan dengan tinta cerah, seibarat hati yang berbunga Namun, kertas putih itu sering dihapus dengan tinta putih akibat dari tinta cerah itu tidak memberikan keindahan pada jiwa Jiwanya belum menemukan tinta yang tulus seperti warna putih  Jiwanya berulang kali berhenti untuk melukiskan kegembiraan yang dialami Mencoba, namun kekosongan yang timbul seperti kertas putih yang sebaiknya tidak perlu untuk dilukiskan Karena keharusan untuk mencapai itu melupakan bahwa ada tinta kelam yang harus digunakan dalam melukiskan kertas putih itu Apakah dengan melalui tinta cerah yang berusaha dipakai, kemudian dihapuskan o...

Penantian

 Teringatku akan masa lalu dimana hampa yang merasuk pada pusaran tulang tamparan hati yang merajai dan membuat pikiran berhenti untuk berpikir Apakah mengatasinya sesulit itu? Jujur aku tidak tahu. Menyadari apa yang hendak dibicarakan namun lebih erat tersimpan ada pikiran yang tak tahu arah Namun hanya harapan yang mampu memutuskan kemana langkah ini akan berjalan. Bilakah langkah itu setulus hati yang inin mengerjakan semua itu bilakah ada yang akan menetap tanpa pertanyaan sulit yang tak mampu terjawab oleh kekahawatiran akan arti yang dimaksud bilakah kesekian kali perjalanan ini akan berhenti di tengah jalan, menepi pada sebuah sudut akan kepastian Kepastian akan menanti itu tidak mudah, nyanyian merdu di ingatan berharap akan sampai ke sana Akankah mampu untuk menanti dengan keikhlasan yang setia  Menjawabnya saja membutuhkan jejak yang tak akan bisa diketahui rongrongan suara yang tak mampu untuk bersuara, apakah memungkinkan semuanya itu akan terlihat ini seperti bun...

Apakah yang Engkau Kejar?

 Apakah yang sedang kamu atau aku tabung saat ini? Apakah tabungan materil (duniawi) atau tabungan demi keselamatan jiwamu? . Apakah tabungan duniawimu saat ini masih sangat kurang? Apakah yang engkau kejar? Harta dunia? Kekayaan? Gelar atau posisi? Ataukah harga diri? . Dalam perjalanan sebagai seorang manusia di dunia memiliki tantangan yang kita sebut hidup. Namun tanpa kita sadari dalam perjalanan hidup ini kita lebih menghadirkan godaan - godaan duniawi yang lebih menarik pikiran dan mata.  Bilakah aku bertanya apakah kamu sudah menemukan tujuan hidupmu di dunia ini? Mengapa kita harus hidup? Kita sering berkata hidup ini hanyalah satu kali, 

Tentang Pemberian Diri Seutuhnya

Aku bertanya dalam pandangan yang terlihat dihadapan mata Mengapa hal itu bisa terjadi? Bukankah mereka jauh mengerti maknanya dan menaruh seluruh kehidupan di dalamnya Apakah hal itu terlalu melelahkan bagi mereka untuk berdiri barang sejenak saja untuk memberikannya kepada jiwa-jiwa? Apakah pengertiannnya sudah berubah? atau diri ini seakan sok pintar mengerti apa artinya? Tapi mereka menyempatkan untuk memberikan tangan untuk mendekap jiwa yang bisa mereka  Namun bagaimana dengan jiwa yang berupaya memelihara keselamatan mereka sendiri Bila jiwa yang tak mampu menampung ungkapan dalam pikiran, kemanakah harus menyuarakannya Apakah bisa bertanya mengapa hal itu terus menerus dilakukan?