Pengenalan Diri Sendiri
Sejenak aku menyerukan suara harapan mengenai peristiwa
Menyimak dengan seksama tentang pilihan yang selama ini dilakukan
Apakah sebenar memenuhi ekspresi atau pun espektasi diri?
Mulai mempertanyakan, kepada siapa pilihan itu ditunjukkan
Bila merenungi kepada manusia mana diri ini ditunjukkan
Apakah benak itu membuatnya hanya untuk dipertontonkan
Ataukah mempertanyakan pilihan itu untuk menyuguhkan kelana yang hanya untuk dilihat
Dahulu aku menyumbang dengan niat tulus
Namun dibayarkan dengan kegelisahan yang ternyata hanya untuk diuntungkan
Kalimat demi kalimat setiap hari berusaha untuk diubah kepada ketulusan
Prasangka baik itu tertanam dalam diri
Perjalanan demi perjalanan mengudara
Dalam diam
Dalam tangis
Dalam relungan
Akhirnya menertawakan diri
Apa yang selama ini ku jalani bukan untukku tapi hanya untuk memenuhi ekspetasi keegoisan?
Apakah selama ini aku hidup untuk diri ku?
Apakah selama ini jiwaku tentram dengan semua pilihan untuk memenangkannya?
Keluh kesah yang membuat ku mengubah diriku menjadi pinggiran yang tak harus terlihat namun begitu egois untuk menancapkan kedegilan pikiran dan perasaan semata
Berusaha berjuang untuk memampukan bahwa diri ini untuk melonjal ke atas
Tapi tamparan halus dari Allah menyadarkan jiwa yang perlu dibina
Ternyata pemenuhan espektasi kedegilan hati yang lebih dilakukan
Tentang Allah yang benar dan baik hati memberikan kesempatan setiap hari
Namun oleh peristiwa yang seakan memakan pemaknaan diri, tertutup oleh kisah
Menjadi tak mampu melihatnya dalam keagungan Tuhan
Mengubah diri menjadi apa yang dunia inginkan merusak jiwa yang hanya ingin menatap ke atas
Komentar
Posting Komentar