Cinta dan Kebenaran
Pengalaman hidup dimulai dari kandungan
Saat Ayah dan Ibu menjadi penjaga
Bersama Tuhan melindunginya
Ini adalah cinta dan kebenaran
Dan kasih dan kebenaran itu ditemukan pertama sekali di rumah
Tentang martabat, tentang penerimaan diri, arti hidup di dunia
Orang tua sebagai pengajar dan pendidik
Orang tua sebagai sumber kejujuran akan cinta
Orang tua sumber ketulusan akan kebenaran
Hal pertama tama terlihat bagaimaa pasangan suami istri itu menjadi kasih dan kebenaran bagi diri mereka sendiri sebelum menjadi orangtua....menjadi rekan kerja
Tak ada kebohongan
atau keterasingan
Hingga anak anak mereka saling memperhatikan orangtua mereka bagaimana mengasihi dengan kebenaran dan cinta
"Jangan menerima apa pun sebagai kebenaran jika itu tidak memiliki kasih. Dan jangan menerima apa pun sebagai kasih jika itu tidak memiliki kebenaran. Yang satu tanpa yang lain adalah kebohongan yang merusak." - Santa Theresia Benedikta dari Salib
Di luar rumah akan banyak ujian yang datang silih berganti
Ujian kemanusiaan yang sering melupakan kemanusiaan itu sendiri
Saat berhadapan dengan dunia yang menyesakkan, guncangan tiap guncangan bersama dengan kepedihan yang diciptakan oleh dunia yang sering merusak jiwa, dan menimbulkan pertanyaan apakah aku berharga....
Tentang ajaran itu, akan menekan siapa pun untuk cepat mengasingkan diri dari kasih dan kebenaran bila tatanan nya tidak kuat
Perjalanan yang terkadang tawa dan tangis bisa dilakukan bersamaan
"Jadilah pribadi yang Tuhan rencanakan bagimu, dan engkau akan mengobarkan dunia." - Santa Katarina dari Siena
Ajaran cinta dan kebenaran dari rumah sering berseberangan dengan ajaran dunia
Kehadiran setiap manusia adalah kebenaran
namun bagaimana cinta itu tersampaikan
Sering kali manusia menemukan akan hausnya kebenaran tentang apa yang terjadi
Namun dalam menemukannya cinta itu terlupa
Seolah - olah hanya dengan kebenaran saja semua hal akan menjadi damai
Saat kebenaran yang tersampai tanpa adanya kasih sayang
Jarak semakin hilang
Mereka bertanya mengapa?
Mereka berkeluh bahwa kebenaran sudah nyata
Mereka menyampaikan isi pikirannya
dengan mencari cari kesalahan
Keluhnya mengalami kebingungan
Bahwa ini benar
Namun apakah ada dalam benar
Apakah kebenaran ini adalah bentuk cinta kasih?
Tentu saat diri menjadi sosok yang benar
Kasih atau pun cinta tak kan pernah ada
Ingatan demi ingatan akan selalu bermuara pada siapa aku
dan pertanyaan apa arti hidup ini?
Ingatan tajam untuk selalu pulang pada rumah yaitu kepada Allah dan orangtua bahwa setiap kesedihan yang memiliki makna
Makna kehidupan kepada sang kasih dan kebenaran yang hidup.
Orang tua mendidik dan memberikan ruang bagi setiap anak untuk menjadi seseorang yang besar bukan kepada dunia, namun menjadi pribadi yang berjuang demi kemuliaan Allah.
Hingga jiwa dan tubuh mengingat cinta dan kebenaran itu berasal dari pemilik kasih dan kebenaran yang tercipta tidak hanya dengan aksi namun ucapan lembut dan tulus
"Berdoalah seolah-olah segala sesuatu bergantung pada Allah. Bekerjalah seolah-olah segala sesuatu bergantung padamu." - Santo Agustinus dari Hippo
"Jangan lewatkan satu pun kesempatan untuk membawa kurban kecil, di sini dengan senyuman, di sana dengan kata-kata ramah; selalu melakukan hal benar yang paling kecil, dan melakukan semuanya demi kasih." - Santa Theresia dari Lisieux
Dan akhirnya menyadari bahwa cinta dan kebenaran itu harus diberikan kepada mereka yang memiliki kapasitas untuk menerima bahkan memberi cinta dan kebenaran, bila hilang satu diantaranya kebohongan akan berputar pada roda yang tak tahu arahnya kemana untuk melaju
Bekerja samalah dengan sang pemberi cinta dan kebenaran
"Dengan diri kami sendiri kami tidak sanggup untuk memperhitungkan sesuatu seolah-olah pekerjaan kami sendiri; tidak, kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah." - (2 Korintus 3:5)
Komentar
Posting Komentar