Aku selalu bertanya dalam rinduku yang teramat dalam
Mengapa Dia yang datang ke dunia mau menjadi korban penghapus dosa bagi manusia?
Apakah baiknya manusia itu hingga Dia menghapus dosa dosa orang -orang yang telah menyerahkanNya ke dalam maut. Kejahatan -kejahatan manusia yang secara nyata tersingkap di hadapannya. Secara tidak malunya manusia itu menunjukkan taringnya kepada Dia.
Hampaku merana, meyatakan diri semakin tidak pantas menghadap ataupun menatap wajahnya.
Bertanyaku seperti orang bodoh yang membiarkan diri tidak dalam keimanan yang teguh. Mungkin menurutmu demikian. Dalam diamku berucap kepadaNya hanya mampu mengucapkan terima kasih kepadaNya.
Berterima kasih telah mengutus para Rasul-Nya. Hingga semakin banyak orang yang percaya kepadaNya sebab Dialah mesias, Putra Bapa yang telah dikorbankan.
Kerendahan hati yang tertanam dalam perjalanan kisah para Rasulnya yang memberikan hidup kepada yang hidup. Mereka banyak yang mengorbankan diri, namun kematian menjadi sukacita bagi mereka.
Sebenarnya aku tak mampu menuliskannya kepadamu. Namun, semangat yang bergelora yang selalu berusaha Dia tunjukkan kepada jiwa yang bodoh ini, tanpa ragu setiap hari Dia berusaha mengajakku menjadi bagian dalam kisah perjalananNya.
Merasakan hikmat di dalam jiwaku, ah sungguh nikmatnya.
Kuberharap kebebasanku hanyalah untuk Dia
Dunia menjadi tempat yang indah, karena Tuhan kita pun turut merasakan indahnya dunia ciptaan Allah Bapa
Tiap tiap hari, ku melagukan madah pujian kepadaNya
Tangisku yang pecah dan tak putus berdoa kepada jiwa-jiwa yang belum mengenalNya, atau bahkan kepada jiwa-jiwa dengan secara nyata meninggalkanNya. Tanpa mau mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang tersingkap dalam benak.
Sementara Dia selalu bersama dengan setiap jiwa, bahkan hingga saat ini Dia tetap berjuang memanggil setiap jiwa-jiwa untuk kembali kepadaNya, hingga jiwa-jiwa itu beroleh keselamatan.
Bila dirimu bingung apa yang harus kamu lakukan dalam hidup, jangan pernah takut bertanya. Tanyakan kepadaNya, kehendak apa yang diinginkan Yesus darimu
Tangis ku pecah setiap saat bilaku juga belum mampu menjalankan kehendakNya
RintihanNya di atas salib, apa yang bisa kulakukan kepadaMu untuk meringankan salib itu?
CintaNya sungguh memabukkan jiwa hingga diri ini menyatakan kesanggupan untuk selalu melayaniNya.
Bila kamu ingin mengetahui siapa Dia sebenarnya, kunjungilah Dia setiap hari
Setiap hari dalam Sakramen Mahakudus
Komentar
Posting Komentar