Terkadang perjalanan ini tidak membutuhkan judul apa yang ingin kita sematkan dalamnya

Bukankah dirimu, kita semua adalah judul yang telah diberikan Yesus dalam perjalanan ini. Aku tidak akan memulai nya itu bahwa itu adalah cerita.

Dalam kisah perjalalanan yang tiada kapan kita akan mengetahuinya

namun ketidakmengertian kita membawa kita menjadi tidak mau mengetahui apa misteri yang terjadi di dalammnya


Perjalanan berarak seperti gema. Sambutannya tidak terdengar lagi oleh karena hiruk pikuk. Bukan hiruk pikuk dunia sekitar kita, namun hiruk pikuk itu tersambarkan seperti pertir menyala yang terlalu dalam akibat kita menanamnya di dalam pikiran kita. Pikiran kita menyala-nyala untuk menutupi kisah indah yang sebenarnya telah dan sedang kita alami. Kita menjadi lupa untuk bersyukur namun mulai mencari dan menghitung-hitung apa yang belum menjadi milik kita. Pernahkah kamu mengulang kembali pertanyaan dalam diri bila mengambil sebuah keputusan akankah keputusan ini hanya untuk diri sendiri atau untuk menyenangkan hati orang lain. 

Mungkin mendalaminya lebih jauh membuatmu merasa bosan akan itu, hanya saja kita tidak menyadari pikiran itu sering berbohong karena di saat kita memikirkan suatu keputusan. Pikiran yang akan membawa jalan keluar ternyata hanya mau mengatakan untuk membawa kita kepada pelarian. Kita sering lari dari setiap pergulatan yang kita pikirkan. Ternyata keputusan itu hanya untuk membuat kita merasa aman dari masalah-masalah yang ada. Mungkin banyak yang akan mengatakan bahwa itu tidak menjadi masalah karena rasa aman itu sudah didapatkan, yang penting orang lain tidak urus. 

Begitulah cara berpikir dunia masa ini, kita mungkin mengatakan kalau dunia sudah berubah. betulkah demikian? Dengan mengobrol dengan satu dan diantara yang lain, kita seharusnya tersentak, ternyata bukan dunia yang berubah, namun kita yang telah berubah. Menjadi sebuah gambaran fisik yang di dalamnya bercampur akan godaan -godaan untuk memiliki segala sesuatu. 

Perjalanan demi perjalanan untuk mencapai sesuatu yang kita sebut itu mimpi sering membawa kita terhenyak atas apa yang diiinginkan oleh dunia demi menccapai kebahagiaan. Kita sering tidak menyadari akan rasa bahagia yang seperti apa itu. Pikiran yang tanpa kita sadari mengarahkan kita kepada cita cita duniawi tanpa membawa hati yang tulus. Kita selalu lupa akan hati yang setiap saat bersusaha menyadarkan kita untuk berhenti sejenak untuk menghirip udara segar yang telah diberikan sang pencipta kepada kita Alllah Bapa. 

Bahkan rasa sengsara yang meliputi diri untuk suatu pencapaian menjadikan kita juga pengorbanan Dia yang hidup yang selalu melindungi kita dalam setiap deru nafas kita. Dia yang berani dan dengan 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

On Peace

Pengenalan Diri Sendiri

Hati