Kapankah itu
Menunggu untuk mencari waktu yang tepat yang menurut mereka bukanlah hari kemarin, hari ini atau pun hari esok.
Kala senja berlalu dengan sendirinya, tiap tiap hari.
Mengarahkan pandangan bahwa senja pun tetaplah menjadi sama.
Perkiraan yang tiada habisnya. Menghabiskan keluh kesah menjadi risaunya.
Cibir di dinding bila pun tebal terasa lebih tipis dari perkiraan.
Haus akan kisah kalbu yang menyoroti ruang waktu.
Mengapa bila pun terjadi perjalanan apa yang akan menanti?
Asap hitam mengepul dalam jiwa.
Hendak menyuarakannya.
Namun akankah ada yang mendengar?
Akankah hari itu akan muncul?
Menyampaikannya saja ternyata butuh waktu.
Akankah masih ada waktu ataukah bibir itu masih sanggup untuk membicarakannya di kala kata mereka harinya adalah hari itu.
Pikiran bercabang menelungkupan harapan itu yang telah berubah menjadi ego.
Riak riak di balik selimut itu akankah tersampaikan?
Bilalah mungkin, getar getar bibir yang ingin berucap, waktu dan siulan burung di udara akan menyampaikannya
Komentar
Posting Komentar